oleh

WordPress vs Joomla: Perbandingan Dua CMS Terkemuka

Memilih Content Management System (CMS) tidaklah mudah, dalam proses mencari yang terbaik, setakat ini anda tentunya akan menemukan berbagai pilihan, yaitu Joomla dan WordPress, mungkin adalah dua nama yang sering muncul dari antara sekian banyak opsi mengenai Content Management System (CMS) .

Keduanya memang menduduki tingkat teratas dari segi pangsa saham dan penggunaan dan WordPress adalah berada di posisi pertama, namun demikian, apakah WordPress lebih baik dari Joomla? Atau sebaliknya?

Content Management System (CMS) Joomla

Joomla adalah CMS dengan pengguna terbanyak nomor dua setelah WordPress, kini platform yang di luncurkan pada September 2005 ini di gunakan oleh 2,8% atau sekitar 1,8 juta website di dunia.

CMS ini bersifat open-source, dengan kata lain, Joomla dapat di unduh, di-install dan di sebarkan secara gratis.

Pada awalnya, Joomla banyak di gunakan oleh situs-situs yang memiliki sistem keanggotaan, akan tetapi, sekarang berbagai macam website bisa di ciptakan dengan platform Content Management System (CMS) ini.

Beberapa website terkenal yang menggunakan Joomla adalah :

Content Management System (CMS) WordPress

Di luncurkan pada Mei 2003, WordPress adalah salah satu CMS yang di gunakan lebih dari 24 juta situs, oleh karena itu, platform ini menguasai sebesar  61,4% pangsa pasar Content Management System (CMS).

Sama seperti Joomla, WordPress juga merupakan Content Management System (CMS) Open-Source, akan tetapi, tidak hanya itu alasan mengapa platform ini di gemari oleh banyak penggiat website, di bandingkan mayoritas Content Management System (CMS) terkenal lainnya, WordPress di kenal mudah di pelajari dan di operasikan bagi pemula, apalagi yang sudah senior atau master.

WordPress dahulunya lebih sering di gunakan untuk blogging, tetapi kini dapat menjalankan berbagai jenis situs setelah melalui banyak perkembangan, jika anda belum tahu, inilah beberapa website populer yang menggunakan WordPress :

Perbandingan Joomla vs WordPress

Sekarang setelah kita mengetahui bahwa Joomla dan WordPress merupakan dua Content Management System (CMS) terbaik, mungkin saja anda dalam situasi susah dalam memilihnya, oleh karena itu, bagian di bawah ini akan menjelaskan perbedaan antara Joomla dan WordPress dalam 6 (enam) aspek, yaitu :

  • Kemudahan penggunaan
  • Mengubah tampilan
  • Menambah fitur
  • Keamanan
  • Bantuan
  • Search Engine Optimization (SEO)

1. Kemudahan Penggunaan

Pada dasarnya, Joomla dan WordPress dapat di-install secara manual, akan tetapi, banyak penyedia provider web hosting yang menyediakan instalasi instan, seperti Softaculous installer.

Fasilitas tersebut memungkinkan anda untuk memasang berbagai aplikasi web, termasuk Joomla dan WordPress hanya dengan satu klik saja dan tentunya hal ini akan sangat memudahkan pengguna awam karena tidak memerlukan pengetahuan teknis.

Selain itu, baik Joomla maupun WordPress memiliki antar muka dashboard yang mudah di mengerti, seperti yang bisa anda lihat pada tangkap layar di bawah, pada menu dashboard Content Management System (CMS) Joomla terletak di sebelah kiri dan atas halaman.

Dashboard Content Management System (CMS) Joomla
Dashboard Content Management System (CMS) Joomla

Di lain sisi, semua menu Content Management System (CMS) WordPress terletak pada bagian kiri dashboard, seperti yang di tunjukkan pada gambar berikut.

Dashboard Content Management System (CMS) WordPress
Dashboard Content Management System (CMS) WordPress

Perbedaan antara Joomla dan WordPress juga terdapat pada post editor-nya, Joomla menggunakan editor TinyMCE, yang identik dengan tampilan Microsoft Office Word, oleh karena itu, para pengguna yang familiar dengan aplikasi pemroses kata tersebut dapat menggunakan post editor Joomla dengan mudah.

Post Editor Joomla
Post Editor Joomla

WordPress dulunya juga menggunakan TinyMCE sebagai post editor-nya, namun pada peluncuran versi 5 dari Content Management System (CMS) WordPress ini di ikuti dengan pengaplikasian Gutenberg editor.

Pada editor berprinsip drag-and-drop ini, semua elemen post di sebut “block” dan setiap jenis elemen, seperti teks, tabel, galeri foto dan widgets mempunyai memiliki block-nya sendiri.

Ketika ingin membuat sebuah post, anda hanya perlu memilih block yang di butuhkan, anda juga dapat memindahkan masing-masing block dengan meng-kliknya, lalu menggesernya ke posisi yang di kehendaki.

Akan tetapi, pengguna yang masih asing dengan konsep drag-and-drop mungkin butuh waktu untuk mempelajari cara kerja Gutenberg editor.

Post Editor WordPress
Post Editor WordPress

Namun demikian, membuat post pertama anda di WordPress sangatlah mudah, anda hanya perlu klik Posts > Add New di menu Dashboard.

Di Joomla, proses tersebut tidak susah, tetapi melalui langkah yang lebih panjang, alasannya adalah karena pengguna harus membuat kategori post terdahulu.

2. Mengubah Tampilan

Baik Joomla maupun WordPress menyediakan berbagai pilihan tampilan bagi penggunanya, bedanya pada Joomla menyebut opsi tampilannya sebagai template, sedangkan WordPress menamainya theme.

Sayangnya, Joomla hanya memiliki dua template bawaan, untuk mendapatkan lebih banyak pilihan, anda harus membelinya di theme store pihak ketiga, seperti JoomShopper dan ThemeForest.

Pengaturan Template Joomla
Pengaturan Template Joomla

Berbeda dengan Joomla, WordPress memiliki lebih dari tujuh ribu theme gratis, jika tidak puas dengan opsi yang di berikan, masih ada banyak developer theme WordPress yang bisa anda temukan di internet.

Pengaturan Theme WordPress
Pengaturan Theme WordPress

Akan tetapi, WordPress hanya memperbolehkan penggunanya untuk memasang satu theme untuk satu website, di lain sisi pengguna Joomla dapat menentukan tema untuk setiap halaman situs mereka.

3. Menambah Fitur

Joomla dan WordPress memperbolehkan penggunanya untuk menambah fitur website dengan memasang berbagai add-on dan Joomla menamakannya dengan Extension, sedangkan pengguna WordPress mengenalnya sebagai Plugin.

Di Content Management System (CMS) Joomla sendiri terdapat hampir delapan ribu extension untuk berbagai jenis website, instalasinya pun mudah, karena anda tinggal klik menu Install Extension di Dashboard, ada empat cara instalasi yang di tawarkan, tetapi anda bisa langsung memilih “Install from Web” agar lebih mudah.

Direktori Extension Joomla
Direktori Extension Joomla

Selanjutnya, anda hanya perlu memilih Extension yang di inginkan, namun perlu di ingat, bahwa Direktori Joomla tidak hanya meliputi Extension gratis, tetapi juga yang berbayar dan anda tetap harus membeli dan mengunduh Extension yang tidak gratis dari situs resminya sebelum  instalasi dapat di lakukan.

Baca juga...  Cara Mudah Membuat Widget Breaking News Pada Website

Lain halnya dengan Content Management System (CMS) WordPress, Content Management System (CMS) ini memiliki direktori plugin yang lebih besar daripada saingannya, lebih tepatnya pada saat ini Content Management System (CMS) WordPress menyediakan lebih dari 50 ribu Plugin, selain itu, Repository Plugin-nya hanya berisi opsi gratis.

Repository Plugin WordPress
Repository Plugin WordPress

Untuk mencari Plugin WordPress yang ingin di-install, anda cukup klik Plugins > Add New di Dashboard, jika sudah menentukan yang ingin anda pasang, klik tombol Install Now dan aktifkan plugin tersebut, sangat mudah, bukan?

Namun, di balik sedikitnya extension yang di hadirkan pada direktori Joomla, CMS tersebut memiliki beberapa fitur built-in yang tidak ada di WordPress, misalnya fasilitas browser caching, pengguna bisa mengaktifkannya melalui pengaturan System > Global Configuration, sebaliknya, WordPress tidak menyajikan banyak fitur bawaan.

4. Keamanan

Ada banyak kejahatan yang terjadi di dunia maya, mulai dari pencurian informasi hingga penipuan, oleh karena itu, keamanan website adalah tugas nomor satu sebelum anda meluncurkannya, akan tetapi, Content Management System (CMS) manakah yang lebih aman?

Pada kenyataannya, semua Content Management System (CMS) dapat di amankan. Content Management System (CMS) Joomla memiliki fitur otentikasi dua langkah yang langsung aktif dari pertama kali anda menggunakannya, selain itu, ada banyak extension keamanan gratis yang bisa di unduh, contohnya jHackGuard dan jomDefender, Content Management System (CMS) Joomla pun memiliki artikel-artikel tentang keamanan yang bisa anda ikuti panduannya.

Content Management System (CMS) WordPress juga memiliki berbagai Plugin keamanan yang dapat di-install dengan gratis, termasuk WordFence dan Sucuri Security, selain itu, Content Management System (CMS) tersebut juga memberikan pembaruan keamanan otomatis di setiap update-nya.

5. Bantuan

Jika ini pertama kalinya anda menggunakan Content Management System (CMS), adanya panduan akan sangat membantu, akan tetapi, sumber informasi yang bisa di gunakan untuk mempelajari Content Management System (CMS) Joomla tidak begitu banyak jika di bandingkan dengan panduan tentang Content Management System (CMS) WordPress.

Meski demikian, anda tetap dapat mendalami Content Management System (CMS) Joomla melalui forum bantuan resminya, selain itu juga ada komunitas bantuan online seperti Youjoomla.

Untuk mempelajari Content Management System (CMS) WordPress, sangat banyak situs web atau blog yang dapat membantu anda dengan materi konten tips dan tutorialnya, termasuk CodeinWP, wplift dan ManageWP di tambah lagi, situs resmi WordPress menyediakan artikel pengetahuan dasar lengkap tentang Content Management System (CMS) tersebut.

6. Search Engine Optimization (SEO)

Meskipun website anda sudah online, orang tidak akan bisa menemukannya dengan mudah melalui mesin pencarian seperti Google, oleh karena itu, Search Engine Optimization (SEO) di perlukan untuk menunjang keberadaan situs web anda di mesin pencarian Google.

Baik Content Management System (CMS) Joomla maupun Content Management System (CMS) WordPress, memiliki fitur SEO dasar untuk mempermudah anda melakukan optimasi website, misalnya pada menu Global Settings Content Management System (CMS) Joomla, anda bisa mengaktifkan pengaturan untuk hal-hal berikut ini, yaitu :

  • Menyematkan nama website pada judul halaman
  • Optimasi URL halaman website
  • Menambahkan .html pada akhir URL website

Selain itu, Content Management System (CMS) Joomla juga menyediakan extension untuk menerapkan SEO pada situs web anda, misalnya EFSEO.

Content Management System (CMS) WordPress memiliki pengaturan SEO dasar yang sedikit berbeda dari Content Management System (CMS) Joomla, misalnya adalah :

  • Mengubah permalink
  • Memasukkan alt text pada gambar

Untuk optimasi yang lebih efektif, anda bisa menggunakan Yoast SEO yang sudah menjadi salah satu plugin wajib hampir semua pemilik website Content Management System (CMS) WordPress menggunakannya.

Sekarang WordPress vs Joomla, Mana Yang Lebih Baik?

Content Management System (CMS) Joomla dan Content Management System (CMS) WordPress sama-sama menempati peringkat teratas dalam kategori Content Management System (CMS), akan tetapi, manakah yang lebih baik?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anda bisa melihat rangkuman perbedaan yang telah di bahas dalam artikel ini dan di gambarkan pada tabel berikut ini :

Perbandingan Joomla vs WordPress
Perbandingan Joomla vs WordPress

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa, Joomla Content Management System (CMS) dan Content Management System (CMS) WordPress memiliki keunggulannya masing-masing, oleh karena itu, keduanya cocok untuk jenis pengguna yang berbeda pula.

Jika kita simpulkan, penggunaan Content Management System (CMS) Joomla sebetulnya tidak jauh lebih susah daripada Content Management System (CMS) WordPress, akan tetapi, ada beberapa proses yang memerlukan langkah lebih, seperti pembuatan post, instalasi extension dan mencari template.

Selain itu, orang yang baru pertama kali menggunakan Joomla mungkin akan sedikit kesusahan dalam mengembangkan websitenya. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber yang membahas CMS tersebut.

Oleh karena itu, Content Management System (CMS) WordPress adalah pilihan yang lebih tepat jika anda menghendaki operasional yang lebih simpel dan opsi bantuan yang lebih luas.

Apakah WordPress vs Joomla? Pilihannya Ada Pada Anda Sendiri

Content Management System (CMS) Joomla dan Content Management System (CMS) WordPress adalah dua CMS yang paling banyak di gunakan, namun keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan yang berbeda sebagaimana telah kita bahsa di atas, sebaiknya pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda, dengan begitu, anda bisa menghasilkan website dengan performa yang maksimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda dan Terima Kasih Atas Kunjungannya...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru