oleh

Strategi Bisnis Untuk Kesuksesan Online

Merancang strategi bisnis sudah menjadi kewajiban para pengusaha dan perusahaan, tanpa pendekatan yang tepat, kita akan kesulitan untuk bertahan dalam persaingan pasar.

Apalagi, kini semuanya serba digital, misalnya adalah penggunaan website dalam berbisnis, baik online maupun offline. Bahkan, 84 persen konsumen berpendapat, bahwa website adalah patokan kredibilitas sebuah usaha, dengan kata lain, bisnis kita akan kalah dari yang sudah punya website.

Di samping itu, masih ada tantangan lainnya apabila usaha kita telah memiliki situs, yaitu membuatnya terkenal dan menarik perhatian, apa sajakah cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Ikuti tersu artikel ini untuk mengetahuinya!

Strategi pada bisnis online yang perlu kita ketahui

Dalam artikel ini, kita bersama-sama akan mempelajari strategi-strategi bisnis online berikut ini:

  1. Desain website untuk kredibilitas usaha atau bisnis online
  2. Daftar pada Google Bisnisku
  3. Content marketing
  4. Search engine optimization (SEO)
  5. Social Media Marketing
  6. Membangun email list
  7. Membuat program afiliasi
  8. Undian berhadiah atau giveaway

Meskipun ada lebih banyak lagi pendekatan bisnis online yang bisa kita temukan, cara-cara tersebut tidak bisa dikesampingkan, jika bisa menjalankan semuanya, bisnis kita dijamin dapat menarik perhatian lebih banyak calon pelanggan di dunia maya, mari kita cek dan coba satu per satu!

1. Desain website untuk kredibilitas kita

Desain website mungkin bukan topik yang terdengar dekat dengan strategi bisnis online kita, namun penampilan situs berada di lini depan pembangunan kredibilitas usaha di dunia internet. Apakah alasannya?

48 persen orang menganggap tampilan website sebagai salah satu faktor kredibilitasnya, jika website tidak terlihat menarik, besar kemungkinan calon pelanggan angkat kaki tanpa berpikir panjang. Sebagai catatan, kita hanya memiliki 0,05 detik untuk memberikan kesan baik pada pengunjung website.

Namun, mempercantik situs perusahaan kita tanpa memperhitungkan kemudahan penggunaannya juga tidaklah tepat. Pasalnya, pengunjung dapat menjadi frustasi karena menu navigasi website yang tidak mudah dipahami.

Ditambah lagi, kita juga harus menjaga agar desain halaman situs tidak memperlambat loadingnya, menurut sebuah riset yang dilakukan Google, pengunjung akan meninggalkan website kita jika halaman yang diakses tidak segera dimuat sepenuhnya dalam tiga detik.

Oleh karena itu, situs kita perlu tampilan yang enak dipandang tanpa mengesampingkan kemudahan penggunaan dan kecepatan loadingnya, dengan strategi ini, pengunjung website akan lebih betah berlama-lama di website kita.

2. Daftar Google Bisnisku

Ingatkah pada Yellow Pages? Sebelum mesin pencarian online menjadi populer, keberadaan buku tersebut sangat membantu bagi para pemilik usaha. Dengan itu, konsumen dapat mencari nomor telepon berbagai bisnis dan fasilitas umum persis seperti fungsi Google saat ini.

Sebenarnya, Google pun memiliki fitur serupa bernama Google Bisnisku atau My Business. Fasilitas ini menampilkan informasi lengkap sebuah bisnis setiap kali seseorang menggunakan nama bisnis tersebut sebagai kata kunci pencarian.

Menariknya, tidak hanya nomor telepon, email dan alamat perusahaan yang diperlihatkan, tetapi juga jam operasional hingga ulasan pelanggan.

Ditambah lagi, Google Bisnisku menyediakan tempat bagi pemilik usaha dan calon pelanggan untuk berkomunikasi. Selain itu, calon pelanggan yang menggunakan Google Maps juga dapat menemukan lokasi bisnis kita dengan mudah karena sudah terdaftar.

3. Content Marketing

Dalam bisnis online, desain website memang menjadi faktor yang menarik perhatian calon pembeli, namun diperlukan hal lain untuk mengajak mereka untuk mengenal perusahaan kita terlebih dahulu dan tidak buru-buru meninggalkan situsnya.

Nah, content marketing-lah yang mempunyai peran tersebut, hal ini juga merupakan salah satu alasan mengapa beberapa ahli online marketing memiliki ungkapan “content is king”.

Dalam content marketing, konten yang dimaksud meliputi berbagai media, termasuk tulisan, audio, dan video. Selain itu, yang dilakukan dalam content marketing tidak hanya menciptakan isi dari halaman-halaman pada situskita, tetapi juga blog, email newsletter dan post media sosial.

Ada beberapa tujuan yang dapat dicapai dengan menerapkan strategi content marketing yang tepat. Salah satunya adalah memperkenalkan brand kita, namun individu-individu yang menjadi target pemasaran kita perlu didekati dengan “halus”. Caranya dengan membahas permasalahan yang mereka miliki.

Misalnya, bisnis kita bergerak di bidang pengadaan peralatan kantor, dengan demikian, pelanggan kita adalah orang-orang di divisi inventarisasi perusahaan. Melalui artikel-artikel blog, kita bisa mengulas berbagai ide penataan interior perkantoran atau teknik eprocurement. Tak lupa, kita juga mengaitkan konten blog tersebut dengan jasa maupun produk yang bisnis kita sediakan.

Content marketing memang tidak akan meningkatkan penjualan kita secara langsung. Namun, strategi bisnis online ini dapat menambah traffic website dan mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.

4. Search Engine Optimization (SEO)

Barangkali beberapa dari kita telah memiliki website dan menerapkan content marketing. Jika demikian, kita perlu melengkapi strategi bisnis online dengan search engine optimization atau SEO. Namun, apa arti istilah ini sebenarnya?

Search engine optimization adalah upaya optimasi supaya website kita muncul pada halaman pertama hasil pencarian online atau lebih baik lagi, peringkat pertama.

Alasan utama seseorang menerapkan SEO adalah untuk meningkatkan publisitas situsnya di hasil pencarian, hal ini dikarenakan 81 persen konsumen menggunakan mesin pencarian untuk mencari produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Calon pelanggan bisa saja memasukkan nama bisnis kita ke search bar Google, lalu menemukan alamat situsnya dengan mudah. Akan tetapi, hal tersebut hanya mungkin terjadi apabila calon pelanggan mengetahuinya, jika tidak, website kita akan sukar ditemukan dalam hasil pencarian, karena itulah kita perlu melakukan SEO.

Lalu, apa yang perlu diperhatikan dalam search engine optimization? Ada banyak faktor yang mempengaruhi optimasi website, sampai-sampai SEO dibagi menjadi dua jenis: on-page dan off-page.

On-page SEO melingkupi struktur konten suatu halaman, kualitas informasi yang ada di dalamnya, dan persentase penggunaan kata kunci pencarian yang relevan. Di sisi lain, off-page SEO dipengaruhi oleh backlink, meta description, struktur URL dan masih banyak lagi.

5. Social Media Marketing

Media sosial memiliki peran yang tidak kalah besar dari website dan blog. Melalui ini, kita dapat memperkenalkan bisnis kita kepada publik dan menarik perhatian mereka untuk menjadi pelanggan.

Terdengar mirip dengan konsep content marketing, bukan? Akan tetapi, pemasaran melalui media sosial sedikit berbeda dari segi implementasi dan fungsi.

Meskipun platform media sosial memperbolehkan konten tertulis dan visual, masing-masing dari mereka memiliki batasannya sendiri-sendiri. Di Twitter, misalnya, satu posting dibatasi menjadi 280 karakter berbeda dengan blog yang memberi kebebasan penuh pada pemiliknya.

Baca juga...  Apa Itu Hukuman Google? Mengapa Kita Perlu Menghindarinya?

Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan format konten dengan platform yang digunakan. Ditambah lagi, tidak semua situs media sosial tepat bagi pemasaran bisnis kita. Pasalnya, mungkin lebih banyak audiens kita yang cenderung menggunakan platform A daripada platform B.

Untuk menentukan situs media sosial yang cocok, kita dapat mempraktikkan metode Bullseye yang dicetuskan oleh Gabriel Weinberg. Pada dasarnya, cara ini mengajak kita semua untuk memilih tiga media sosial yang paling berpotensi dan menjalankan ide-ide pemasaran di dalamnya. Dengan demikian, kita dapat melihat platform yang mendapatkan respon paling banyak dari audiens.

Selain itu, fungsi social media marketing tidak seperti content marketing. Dengan sebuah blog, misalnya kita mendekati pelanggan dan memperkenalkan bisnis kita melalui konten-konten informatif, akan tetapi tidak ada keleluasaan untuk berinteraksi dengan calon pembeli.

Di lain sisi, media sosial tidak cocok untuk sebuah posting panjang, namun fasilitas yang tersedia memungkinkan kedekatan antara pemilik usaha dan konsumen. Dengan demikian, social media marketing bisa digunakan untuk melengkapi strategi content marketing.

6. Email Marketing

Anda tidak salah melihat ketika membaca judul bagian ini, meskipun kini orang lebih cenderung berkomunikasi melalui media sosial, email masih menjadi sarana yang relevan untuk pemasaran bisnis. McKinsey & Company menyebutkan bahwa email marketing 40 kali lebih efektif dari Facebook dan Twitter dalam mendapatkan pelanggan baru.

Tak hanya itu, email marketing adalah cara pemasaran yang tidak membutuhkan modal besar, sehingga bisnis baru pun dapat menerapkannya. Alasannya karena ROI atau modal kembali yang kita terima 4400 persen lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan untuk usaha pemasaran ini.

Untuk memulai email marketing, kita perlu membangun sebuah daftar email calon pelanggan atau email list, tentu saja tanpa memaksa mereka untuk memberikannya.

Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan menampilkan formulir call to action (CTA) pada website perusahaan yang dapat diisi dengan alamat email. Formulir ini tidak perlu terlihat wah, tetapi dapat menarik perhatian pengunjung situs kita.

Namun, tidak semua orang akan bersedia masuk ke dalam email list kita, oleh karena itu kita dapat menawarkan informasi yang ia butuhkan, misalnya dalam bentuk newsletter atau ebook gratis.

Selanjutnya, kita perlu melakukan segmentasi calon pelanggan ketika email list sudah terisi banyak, cara ini dilakukan agar konten email marketing kita relevan dengan setiap jenis calon pelanggan.

7. Membuat Program Afiliasi

Memasarkan bisnis adalah hal yang berat, apalagi jika perusahaan kita baru saja dirintis dan kurang publikasi. Oleh karena itu, mungkin kita perlu mengajak konsumen untuk menjadi agen pemasaran. Apakah hal tersebut mungkin dilakukan? Tentu saja. Caranya dengan menjalankan program afiliasi.

Sejatinya, afiliasi adalah strategi bisnis di mana kita memberikan link referral produk kepada orang-orang yang bergabung dalam program afiliasi kita.

Akan tetapi, tidak sembarang orang dapat mengikuti program afiliasi, karena lingkup bisnis kita meliputi dunia maya, anggota program afiliasi harus memiliki website atau blog dan konten untuk meletakkan link referral.

Selain itu, yang orang yang tergabung dalam program tersebut harus memiliki pengetahuan tentang produk kita dan industri terkait.

Lalu, bagaimanakah cara kerja marketing afiliasi? Setiap kali seseorang membeli produk kita melalui link referral, anggota program afiliasi yang meletakkannya akan mendapatkan komisi. Di Niagahoster, misalnya, komisi yang didapatkan oleh anggota sebesar 70 persen dari hasil penjualan hosting.

Dengan kata lain, baik bisnis kita maupun anggota program afiliasi mendapatkan keuntungan dan publisitas perusahaan juga meningkat.

Namun demikian, mungkin kita merasa tidak yakin dengan efisiensi marketing afiliasi. Faktanya, sebuah riset Business Insider yang diterbitkan di 2016 menyebutkan bahwa 15 persen pendapatan di industri media digital berasal dari teknik pemasaran ini.

Di samping itu, 81 persen brand telah melakukannya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita juga mencoba pendekatan dengan cara ini.

8. Undian Berhadiah atau Giveaway

Siapa yang tidak suka produk gratis? Apalagi jika produk tersebut memang yang kita inginkan dan butuhkan. Mentalitas tersebutlah yang menyebabkan giveaway tidak jarang dilakukan, baik di ranah online maupun offline.

Giveaway memang tidak memberikan kita pendapatan. Akan tetapi, seperti content marketing, strategi bisnis ini akan memperkenalkan brand kita kepada khalayak luas dan menciptakan kesan pertama yang baik.

Bagi kita yang ingin mengadakan sebuah undian berhadiah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kita perlu proaktif dalam pelaksanaannya. Tidak cukup jika kita mengadakan suatu giveaway dalam situs bisnis kita tanpa mempromosikannya.

Untuk itu, kita bisa menggunakan berbagai platform media sosial yang ada. Ditambah lagi, kita dapat meminta pengguna media sosial lainnya untuk menyebarkan informasi tersebut.

Kedua, orang harus tertarik dengan tawaran yang kita buat. Jika tidak, tingkat keberhasilan giveaway yang dilakukan akan menciut.

Untungnya, kita tidak perlu mempelajari psikologi untuk menimbulkan urgensi pada diri target giveaway kita, hanya dengan menambahkan countdown timer pada undian tersebut, jumlah peserta dapat dipastikan meningkat.

Ketiga, ajang giveaway bisa sekaligus difungsikan sebagai momen untuk memperkaya email list. Bagaimana caranya? Kita tinggal menetapkan bahwa peserta harus mendaftar menggunakan alamat email.Lalu, kita juga bisa meminta peserta untuk share link halaman giveaway melalui media sosial.

Barangkali saja pembahasan kita di atas terdengar rumit untuk dilakukan. Padahal, kita dapat mendesain undian sendiri dengan tool online seperti KingSumo. Menariknya juga, kita dapat menggunakannya secara gratis, meskipun tool tersebut memiliki versi berbayar pula.

Kesimpulan

Kompetisi bisnis di internet tidak lebih mudah dari di dunia nyata. Brand kita harus diwakili oleh sebuah website yang dikenal banyak orang.

Dalam artikel ini telah kita bahas cara atau strategi bisnis online yang perlu diterapkan untuk memajukan usaha kita, yaitu:

  • Desain website untuk kredibilitas usaha atau bisnis online
  • Daftar Google Bisnisku
  • Content marketing
  • Search engine optimization (SEO)
  • Social media marketing
  • Membangun email list
  • Membuat program afiliasi
  • Undian berhadiah atau giveaway

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda dan Terima Kasih Atas Kunjungannya...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru