oleh

Sejarah SEO dan Penggunaannya

https://www.rokanhulublogger.id

SEO….SEO….SEO, ini yang selalu di perbincangkan oleh para pemilik blog atau situs web atau para blogger, SEO (Search Engine Optimization), seperti namanya, SEO (Search Engine Optimization) memang sudah tidak dapat di pisahkan lagi dari system mesin pencari atau penelusuran.

Dari dulu, mesin pencari di internet di ciptakan, teknik optimasi mesin pencari sebenarnya sudah di temukan, ada banyak versi yang membahas kelahiran SEO (Search Engine Optimization) untuk pertama kalinya, info yang di dapat dari Search Engine Land, SEO (Search Engine Optimization) di perkirakan lahir di sekitar tahun 1991, ini berarti, hingga saat ini, ilmu belajar SEO (Search Engine Optimization) blog atau situs web telah ada kurang lebih 27 tahun lamanya, bahkan sebelum Google itu sendiri lahir kedunia maya ini.

Sekitar tahun 1990-an adalah menjadi tonggak awal dari meroketnya kepopuleran mesin pencari di internet, saat itu jumlah pengguna internet masih belum sebanyak sekarang ini, tapi seiring waktu sudah bertambah jika di bandingkan dekade sebelumnya, sekarang ini, semuanya akses internet, mulai dari keperluan penyebaran informasi, penjualan, ilmu pengetahuan sampai seluruh instansi pemerintah di seluruh dunia menggunakannya sebagai bagian dari keperluan pelaksanaan pekerjaan pemerintah, termasuk juga militer, mereka sangat bergantung akan hal ini (internet) paada kelancaran operasi kerja mereka.

Internet merupakan suatu keperluan di dunia yang sangat luas, seluruh konten informasi apapun yang di bagikan ada di sini dan mungkin saja tak terhitung jumlahnya jika di hitung dengann jari, kecuali dengan data tentunya, hehee, tanpa adanya tool pencarian di internet, rasanya tidak mungkin kita bisa menemukan informasi yang di cari dengan mudah, bisa nanti berhari-harian kita mencari sebuah informasi tentang tutorial misalnya.

Hal inilah menjadi alasan utama bagi para pengguna membutuhkan mesin pencari ini, fungsi dasarnya ada dua :

  1. Indeksasi dokumen di jaringan www.
  2. Menyediakan jawaban berdasarkan query (kata kunci).


Hasil pencarian ini yang muncul memang sudah di sesuaikan dengan query atau kata kunci yang kita masukkan, pada prinsipnya, penggunjung akan mendapatkan apa yang mereka cari pada halaman hasil pencarian berdasarkan kata kunci tersebut.

Selanjutnya permasalahan yang muncul adalah pada kualitas informasi yang di tampilkan, Search Engine memang menampilkan informasi atau dokumen dengan kata kunci yang di inginkan, tapi hal ini tidaklah di imbangi dengan tingkat relevansi-nya serta kualitas informasi tersebut dengan baik.

Banyak para pemilik website yang asal memasukkan kata kunci ke dalam halaman website mereka, agar cepat terindeks oleh Google dan muncul di halaman pertama hasil pencarian, ini di namakan dengan keyword stuffing, saya juga menerapkan hal ini lho, jangan marah bila informasi yang anda cari tidak sesuai dengaan yang di temukan pada situs ini.

Dalam melibatkan kata kunci ke dalam konten bukanlah hanya soal memasukkan kata kunci tertentu sebanyak-banyaknya, tak dapat di pungkiri, masih banyak pengguna yang belajar SEO (Search Engine Optimization) pemula menerapkan cara ini, termasuk saya, karena saya adalah pemula, padahal, “jurus”, walaupun jurus ini jelas-jelas tidak di perbolehkan karena Google sendiri melarang praktik seperti ini, tapi kita bandel saja dulu, tak apa-apa kok, hehee.

Persoalannya sekarang, jika suatu saat kita bertemu dengan ahli dan pakarnya SEO (Search Engine Optimization) untuk menerapkan cara ini, kita sebaiknya bersikap lebih kritis dan tidak memercayainya begitu saja, walau demikian, ini sesungguhnya tidak di sarankan dalam penerapannya.

Sesungguhnya tidak ada aturan baku hal ini dalam dunia SEO (Search Engine Optimization), tidak ada pula merupakan jalan pintas yang secara mutlak dapat menjamin suatu blog atau website dapat solid di posisi teratas hasil pencarian, karena setip hari masalah ranking selalu berubah karena persaingan atau kompetisi blog atau situs web yang kian ketat dan makin ramai.

Hanya saja, memang ada semacam ataau suatu kisi-kisi yang biasa di sebut dengan ranking factors atau anjuran optimasi yang bisa di jadikan acuan.

Baca juga...  Cara Membangun Backlink Situs atau Website

Google, memang memberikan anjuran dan sarannya melalui penggunaan tool untuk keperluan ini, seperti Google Search Console, anjuran yang ada di sana dapat kita terapkan pada website agar “lebih di sayang” pihak Google.

Hal ini di karenakan, sifat mesin pencari yang sangat dinamis, konten yang dapat berubah dengan atau secara cepat dan semua orang dapat saja terlibat dalam kompetisi atau persaingan dalam hal ini secara langsung, bahkan, bukanlah suatu hal yang tidak mungkin bagi sebuah blog atau situs web yang besar, yang sudah eksis selama bertahun-tahun dapat saja kita kalahkan soal peringkatnya di mesin pencari Google.

Dalam persaingan dan kompetisi di mesin pencari Google, memang terkenal sangat keras dan alot serta kenyal, terutama pada query atau kata kunci nan populer, paling banyak di gunakan, ini sangat tinggi persaingannya, jika kita tidak mempersiapkan dengan baik blog atau situs web secara apik, maka sebaiknya siap-siap tertinggal dari persaingan dan kompetisi yang sangat ketat tersebut.

Selanjutnya, bukan kita saja yang bersaing dalam hal ini, tapi para mesin pencari juga bersaing dengan sengit dan ketat lho, seperti Google, Yahoo, Bing, DuckDuckGo dan lain-lainnya, mungkin bisa saja anda ada punya mesin telusur atau pencari, siapa tahu kan?

Google, sebuah Search engine buatannya Pak Sergey Brin dan Pak Larry Page ini, memang sudah menguasai dunia dan menjadi “Raja” di pencarian dasar pada internet, bukanlah bermaksud mengesampingkan search engine lain, tapi Google benar-benar tidak boleh kita abaikan, sebab berdasarkan informasi resmi dari Google Search Statistics, setiap harinya ada sekitar 3,45 milyar pencarian yang di proses oleh mesin telusur mereka, nah, dari sekian banyaknya pencarian tersebut, masa blog atau situs web kita tidak dapat tampil di sana ddalam pencarian tersebut, ada yang salah nih pastinya, tentunya bagi pemilik blog atau situs web sangat berharap, agar blog atau situs web-nya lebih mudah di akses.

Di samping “Raja” Google, ada mesin pencari lainnya, seperti Yahoo, Bing ataupun DuckDuckGo, nah, mereka ini sudah banyak yang berguguran dalam persaingan atau kompetisi antar mesin pencari yang di pakai pengguna atau user, tapi banyak juga yang masih muncul di permukaan, hanya saja, saat ini belum ada yang berhasil menyaingi kejayaannya Google.

Dengan ulasan sedemikian, timbul pertanyaan kita, mengapa Google dapat mempertahankan posisi nomor satu mereka hingga sekarang ini?

Sekitar tahun 1998, Pak Sergey dan Pak Larry menerbitkan makalah di Stanford University yang berjudul “The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine”. Makalah ini memuat tentang suatu gagasan yang menarik, bernama PageRank, adalah suatu system untuk penentuan peringkat di mesin pencari berdasarkan kualitas pada konten secara keseluruhan, bukanlah hanya semata soal query atau kata kunci saja.

PageRank dapat membantu para pemilik blog atau situs web guna mereka bisa menyuguhkan hasil pencarian yang lebih akurat sesuai yang di harapkan para pengunjung, beberapa orang ahli atau pakarnya memang beranggapan, bahwa inilah awal mula teknik SEO (Search Engine Optimization) yang modern dan di implementasikan seperti yang kita para pemula ini alami dan begitu susahnya dalam bertarung di sektor ini, tapi jangan patah semangat dan putus asa, terus saja berkarya dengan baik, hasil yang baik tentu akan mengiringi langkah atau dapat di raih kemudian…Salam Blogger!!!

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda dan Terima Kasih Atas Kunjungannya...

Artikel Terbaru