oleh

Perbandingan Content Management System (CMS) Drupal vs WordPress, Anda Pilih Mana?

Content Management System (CMS) WordPress bukanlah satu-satunya platform untuk membuat website atau situs web/blog, ada begitu banyak platform atau Content Management System (CMS) lain yang bisa anda gunakan untuk membuat sebuah website.

Karena hal itu makanya kita sekarang memperkenalkan pula Content Management System (CMS) lain berikut perbandingannya dengan Content Management System (CMS) WordPress.

Nah, pada artikel kita kali ini, kami ingin memperkenalkan salah satu Content Management System (CMS) yang sangat terkenal di kalangan developer, yaitu Drupal, supaya bisa di bandingkan dengan adil, kami membagi perbandingan Drupal vs WordPress dalam 6 (enam) aspek, yaitu:

  1. Persiapan awal (setup dan instalasi);
  2. Kemudahan penggunaan;
  3. Desain dan kustomisasi tampilan;
  4. Jenis konten;
  5. Aplikasi tambahan atau plugin, dan
  6. Keamanan.

Berikut ini kita bahas mengenai Perbandingan Content Management System (CMS) Drupal vs WordPress…

Sekilas Tentang Drupal dan WordPress

Content Management System (CMS) Drupal dan Content Management System (CMS) WordPress adalah sama-sama masuk dalam tiga besar Content Management System (CMS) yang paling banyak di gunakan sekarang ini, walaupun Content Management System (CMS)WordPress masih menempati posisi pertama sebagai yang terpopuler, di sisi lain Content Management System (CMS) Drupal, ada di posisi ketiga, tepat di bawah Content Management System (CMS) Joomla.

Sebelum bicara banyak tentang fitur, ada baiknya untuk tahu latar belakang kedua Content Management System (CMS) terpopuler ini.

Content Management System (CMS) Drupal

Homepage Drupal
Homepage Drupal

Anda barangkali atau mungkin saja sudah sering dengar soal Content Management System (CMS)WordPress, tapi bagaimana pula dengan Content Management System (CMS) Drupal?

Content Management System (CMS) Drupal namaynya memang tak sebesar Content Management System (CMS) WordPress dalam hal jumlah user, walau begitu, keberadaannya tetap jadi primadona bagi sebagian pengguna internet, terutama user dari kalangan developer-developer.

Kalau kita berbicara soal jumlah, hanya 1,8 persen web di dunia yang menggunakan Content Management System (CMS) Drupal, hal ini sama artinya dengan 1,37 juta pengguna Content Management System (CMS) Drupal, dengan jumlah pengguna sebanyak itu, 3,2 persen pasar Content Management System (CMS) di dunia yang di miliki oleh Content Management System (CMS) Drupal. 

Dari statistik di atas, wajar saja kalau tak banyak yang tahu tentang Content Management System (CMS) Drupal yang memang muncul lebih dulu daripada Content Management System (CMS) WordPress. Content Management System (CMS) satu ini pertama kali di rilis secara beta pada tahun 2000. lalu setahun kemudian di rilis ke pubblik dalam bentuk Software Open Source

Dengan format yang sama seperti kompetitornya, Content Management System (CMS) WordPress, pada Content Management System (CMS) Drupal tak mematok harga untuk siapapun yang ingin menggunakan software-nya, anda pun bisa mendownload, menggunakan dan menyebarkan software tersebut secara bebas.

Selain sebagai Content Management System (CMS) yang mudah di gunakan, Content Management System (CMS) Drupal juga mengklaim dirinya sebagai web application framework. Ini artinya, Content Management System (CMS) Drupal mendukung pembuatan aplikasi web, termasuk di dalamnya adalah website, transfer data dan application programming interface (API)

Beberapa website ternama yang menggunakan Drupal sebagai Content Management System (CMS), antara lain sebagai berikut :

Content Management System (CMS) WordPress

Homepage WordPress.org
Homepage WordPress.org

Seharusnya, anda lebih familiar dengan Content Management System (CMS) WordPress, platform yang satu ini menyediakan Content Management System (CMS) secara open source, sama seperti “kakak tuanya” Content Management System (CMS) Drupal, Content Management System (CMS) WordPress membolehkan anda untuk mendownload, menggunakan dan mengembangkan software secara bebas.

Di lengkapi tampilan elegan dan penggunaan yang intuitif, tak heran kalau Content Management System (CMS) satu ini memiliki banyak penggemar, terdapat lebih dari 60 juta website yang di buat menggunakan Content Management System (CMS) WordPress, jumlah ini setara dengan 34,5 persen jumlah web di dunia. 

Berbeda dengan Content Management System (CMS) Drupal, Content Management System (CMS) WordPress nampak memiliki visi sosial yang jelas, lewat motto Democratize PublishingMatt Mullenweg berpendapat, boleh siapa saja membuat konten secara bebas, tak seperti dulu, di mana seseorang perlu punya mesin ketik dan mesin cetak untuk memproduksi konten. 

Beberapa website ternama yang memakai WordPress, antara lain :

Perbandingan Content Management System (CMS) Drupal vs Content Management System (CMS) WordPress

Setelah tahu gambaran besar tentang Content Management System (CMS) Drupal dan Content Management System (CMS) WordPress, tanpa banyak basa-basi lagi, mari kita bahas perbandingan fitur di antara kedua Content Management System (CMS) ini.

1. Persiapan Awal (Setup)

Di tahap awal, anda wajib memiliki hosting dan domain, keduanya memastikan anda bisa memiliki web yang dapat di akses oleh pengguna internet di manapun berada.

Hosting merupakan server yang di pakai untuk menyimpan data web, data apapun berkaitan soal web, entah itu konten, gambar, audio dan informasi lain dapat di tempatkan di hosting. Domain, di sisi lain, berfungsi sebagai alamat yang di pakai untuk mengakses situs itu sendiri, misalnya ‘rokanhulublogger.id’ (.id adalah domain), baca juga https://rokanhulublogger.id/wordpress-vs-joomla-perbandingan-dua-jagoan-cms-terkemuka/.

Baru setelah kedua hal itu anda miliki, baru anda bisa melanjutkan langkah dengan instalasi Content Management System (CMS).

Content Management System (CMS) Drupal

Instalasi Content Management System (CMS) Drupal ke web bisa anda lakukan secara manual maupun otomatis, kalau anda memiliki kemampuan teknis, bisa saja anda lakukan instalasi manual, akan tetapi, kalau anda masih pemula ketika menggunakan Drupal, kami sarankan untuk menginstal secara otomatis melalui cPanel.

Instalasi otomatis bisa di lakukan lewat cPanel, ketika anda sudah masuk ke cPanel, coba cari Softaculous Apps Installer dan lalu cari Content Management System (CMS) Drupal dan klik Install.

Content Management System (CMS) WordPress

Sama juga dengan Content Management System (CMS) Drupal, ada dua pilihan instalasi Content Management System (CMS) WordPress, bisa manual dan secara otomatis, cara install otomatis tentu saja lebih mudah dan memang di rekomendasikan yang bisa di lakukan melalui cPanel, hanya saja, cara install otomatis Content Management System (CMS) WordPress tidak harus terpaku pada Softaculous Apps Installer.

Auto Install Content Management System (CMS) WordPress Niagahoster
Auto Install Content Management System (CMS) WordPress Niagahoster

Lalu hosting merupakan server yang anda sewa untuk menyimpan semua data di web, ada beberapa jenis hosting yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan. Pilihannya, yaitu, shared hosting, VPS dan cloud hosting, anda bisa baca perbedaan ketiganya di website niagahoster pada Perbedaan Cloud Hosting Dengan Layanan Hosting Lainnya.

Kalau anda melakukan order hosting dan domain lewat Niagahoster, maka anda bisa mendapatkan website WordPress dalam sekali klik dan anda hanya tinggal pastikan untuk centang pilihan Gratis Auto Install Website WordPress sebelum melakukan checkout order. 

2. Kemudahan Penggunaan

Seberapa mudah Content Management System (CMS) yang anda pakai dan di operasikan? Itu pertanyaan yang tak boleh terlewatkan untuk di jawab, semakin mudah di pakai, semakin efisien anda mengatur web dan mengisi konten di dalamnya.

Sebaliknya, ketika Content Management System (CMS) sulit sekali di operasikan, maka semakin banyak waktu yang anda habiskan untuk urusan teknis, padahal harusnya anda menghabiskan waktu untuk membuat konten pengisi web. Iya, kan?

Makanya di sini, kami akan bandingkan keunggulan Content Management System (CMS) Drupal vs Content Management System (CMS) WordPress dalam aspek kemudahan penggunaan.

Content Management System (CMS) Drupal

Konfigurasi Drupal
Konfigurasi Drupal

Setelah instalasi Content Management System (CMS) Drupal selesai, anda akan di hadapkan pada halaman Configure Site. Anda hanya perlu mengisi informasi singkat seputar web yang ingin di buat, beberapa dari info yang di butuhkan adalah nama website, email, username dan password.

Baru setelah semua data tersebut anda isi, anda bisa masuk ke halaman pengaturan web, halaman ini sebetulnya bisa di bilang persis seperti Dashboard milik Content Management System (CMS) WordPress.

Dashboard Drupal
Dashboard Drupal

Terdapat delapan menu utama dalam pengaturan website berbasis Content Management System (CMS) Drupal, berikut penjelasan masing-masing menu yang di maksud:

  • Content – bagian untuk menambahkan konten (artikel dan halaman web), memanajemen komentar di web dan mengatur konten berupa dokumen atau files.
  • Structure – bagian untuk mengatur struktur konten dalam web, termasuk di dalamnya adalah elemen blok, tipe komentar, formulir kontak, jenis konten, pilihan tampilan, menu, taksonomi (tags dan kategori), serta settings izin tampilan.
  • Appearance – menu yang mengatur tampilan visual website dengan tema, juga berisi opsi-opsi untuk kustomisasi tampilan web.
  • Extend – segmen untuk menambahkan fungsi atau fitur website, sangat mirip dengan plugin dalam Content Management System (CMS) WordPress, hanya saja namanya menjadi modules dalam Content Management System (CMS) Drupal.
  • Configuration – segmen yang mengatur keseluruhan web Content Management System (CMS) Drupal, berisi pengaturan akun, konten, pengembangan, sistem, user interface, sistem, media dan bahasa.
  • People – menu untuk mengatur akun pengguna dan administrator web.
  • Reports – menu berisi segala jenis laporan seputar web seperti status, eror, daftar kata yang banyak di cari dan plugin.
  • Help – bagian berisi informasi dan tutorial pengaturan web Content Management System (CMS) Drupal.

Content Management System (CMS) Drupal sebetulnya sangat mudah di gunakan, pengaturan dan penambahan konten bisa di lakukan dalam beberapa kali klik, selain itu juga opsi pengaturannya sudah cukup banyak.

Namun, opsi pengaturan ini tetap kurang fleksibel bila di bandingkan dengan Content Management System (CMS) lainnya, Content Management System (CMS) Drupal masih terkesan kaku karena interface terasa jadul

Kalau anda menginginkan kustomisasi yang lebih fleksibel, anda bisa menggunakan software bernama Drush. Namun, untuk menggunakannya, tentu saja anda perlu memahami bahasa pemrograman.

Content Management System (CMS) WordPress

Wordpress Installation
WordPress Installation

Pembuatan akun di lakukan persis sebelum instalasi Content Management System (CMS) WordPress, jika instalasi sukses, anda tinggal memasukkan username dan password untuk masuk ke Dashboard Content Management System (CMS) WordPress, tampilan Dashboardnya seperti di bawah ini :

Dashboard WordPress
Dashboard WordPress

Di sebelah kiri, anda akan menemukan berbagai menu. Menu-menu inilah yang akan membantu anda mengatur keseluruhan konten, tampilan dan fungsi web. 

Tergantung dari jumlah plugin yang di install, jumlah menu ini juga bisa berubah, semakin banyak plugin yang di install, maka semakin banyak pula jumlah menu yang di tambahkan. Namun, secara default, menu-menu di bawah inilah yang pasti anda jumpai pada awal instalasinya selesai :

  • Posts – tombol untuk membuat post baru, mengatur kategori dan tags konten.
  • Media – pusat pengaturan konten foto, audio, video dan dokumen.
  • Pages – bagian untuk membuat halaman pada web.
  • Comments – pusat kontrol komentar pada web, anda bisa memilih untuk menampilkan komentar, menghapus komentar dan membalas komentar di sini.
  • Appearance – bagian yang mengatur desain dan tampilan visual web, di sini anda menjumpai tema, kustomisasi lebih detail elemen web, pengaturan widget, pembuatan menu, edit CSS dan edit tema.
  • Plugins – tempat untuk menambahkan fitur dan fungsi pada web.
  • Users – pusat kontrol untuk user dan administrator web.
  • Tools – bagian yang tak berhubungan langsung dengan fungsi publishing WordPress, bisa di pakai untuk mengekspor atau mengimpor data antar-platform.
  • Settings – pusat pengaturan website mulai dari yang sifatnya umum, pengaturan penulisan konten, pengaturan baca, sampai pengaturan fitur tambahan seperti plugin.

Tampilan menu dan urutannya juga bisa anda sesuaikan, dengan begitu, anda bisa melakukan pengaturan dengan lebih mudah dan efisien.

3. Desain dan Kustomisasi Tampilan

Desain dan tampilan visual adalah bagian vital dalam website, bagaimana tidak? Bagi orang yang pengunjung web, inilah bagian satu-satunya yang meninggalkan kesan dan bisa mereka komentari, makanya tak heran kalau 75 persen menilai kredibilitas perusahaan atau instansi desain webnya.

Pada bagian ini, anda akan mendapati perbandingan fitur kustomisasi tampilan Content Management System (CMS) Drupal dan Content Management System (CMS) WordPress. Ragam pilihan tema, aspek teknis, dan cara instalasi juga turut di bahas di bawah.

Content Management System (CMS) Drupal

Pilihan Tema Drupal

Meski tak sebanyak Content Management System (CMS) WordPress, Content Management System (CMS) Drupal juga memiliki pilihan tema yang beragam, setidaknya hampir 2800 tema tersedia di direktorinya, kesemua tema tersebut bisa di akses melalui web Drupal > Build > Download & Extend > Themes atau bisa juga Drupal > Build > Themes.

Berbeda dengan tema Content Management System (CMS) WordPress yang menitik beratkan pada tampilan, Content Management System (CMS) Drupal punya banyak aspek penting pada temanya, Mengapa? Anda akan di sodori berbagai opsi ketika mencari tema, beberapa opsi tersebut termasuk :

  • Maintenance status/status pemeliharaan;
  • Development status/status pengembangan;
  • Core compatibility/kompabilitas atau kesesuaian versi;
  • Status;
  • Stability/stabilitas;
  • Security advisory coverage/pemberitahuan keamanan;
  • Search themes/kolom pencarian tema manual, dan
  • Sort by/opsi urutkan tema berdasarkan indikator tertentu, relevansi, judul, pembuat, tanggal pembuatan, rilis terbaru, di buat terbaru atau paling banyak di install.

Dengan opsi sebanyak itu, anda tentunya bisa menemukan tema yang pas dengan keinginan dan kebutuhan. Hanya saja, pastikan anda memilih tema yang sesuai dengan kemampuan teknis dan coding anda, dengan begitu, anda takkan kesulitan untuk kustomisasi selanjutnya.

Di samping opsi kustomisasi dengan coding, Content Management System (CMS) Drupal tak menutup cara settings yang lebih sederhana, setelah tema terinstal sempurna, anda tinggal menuju Home > Administration > Appearance > Appearance settings dan klik tab sesuai nama tema yang di install. Di situlah anda bisa kustomisasi skema warna, elemen halaman, logo dan favicon.

Baca juga...  Tips Dan Langkah-Langkah Membangun Bisnis Secara Online

Content Management System (CMS) WordPress

wordpress vs drupal tema
Direktori Theme WordPress

Content Management System (CMS) WordPress punya segudang tema yang bisa di pilih untuk mengubah tampilan website, baik yang gratis maupun berbayar, anda bisa mendapatkannya secara mudah melalui Theme Directory WordPress. Selain itu, ada juga platform jual beli tema WordPress seperti Themeforest, Etsy, CodeCanyon, Mojo Marketplace dan lain sebagainya.

Meski banyak pilihannya, instalasi lewat Theme Directory masih jadi cara termudah. Untuk itu, anda hanya perlu membuka Dashboard > Appearance > Themes. Lalu klik tombol Add New di pojok atas halaman dan cari tema yang sesuai dengan keinginan, langsung klik tombol Install pada tema yang inginkan.

Untuk instalasi tema dari luar Content Management System (CMS) WordPress, sebetulnya juga hampir sama caranya, akan tetapi, alih-alih memilih tema bawaan, anda perlu mengklik tombol Upload Theme, seketika opsi upload akan muncul dan anda kemudian hanya perlu upload tema dalam ekstensi .zip dan klik Install.

Baru setelah tema terinstal, anda bisa melakukan kustomisasi dengan lebih lengkap, pada dasarnya, setiap tema punya opsi kustomisasi yang berbeda, beberapa tema membolehkan anda ikut mengubah lewat Cascading Style Sheets (CSS) dan beberapa yang lain hanya mengizinkan pengubahan tampilan berdasarkan opsi yang tersedia.

Supaya anda bisa mengubah tampilan sambil melihat preview web, anda bisa klik Appearance > Customize dan dari situ, anda bisa mengklik opsi yang di sediakan dan melihat bagaimana opsi itu mengubah tampilan web, ketika anda menyukai tampilan yang di buat, anda tinggal simpan, namun jika tak berkenan, tinggal tinggalkan halaman.

Anda juga bisa tambahkan Plugin Page Builder pada website WordPress, plugin semacam ini akan mengaktifkan fitur kustomisasi front end pada web, prinsipnya kurang lebih sama dengan menu Customize pada Content Management System (CMS) WordPress, hanya saja anda tak perlu bergantung pada opsi kustomisasi di sebelah kiri halaman. 

Sebagai gantinya, anda tinggal tarik dan letakkan elemen desain yang di inginkan, bisa juga klik elemen desain yang di inginkan dan ubah sesuai dengan keinginan. 

4. Jenis Konten

Setiap Content Management System (CMS) di desain untuk punya spesialisasi konten, satu Content Management System (CMS) mungkin sengaja di desain untuk memamerkan konten visual macam foto ataupun video, lalu Content Management System (CMS) yang lain sengaja di buat untuk tujuan yang lebih kompleks.

Di sini, kami akan bedah konten macam apa yang cocok untuk Content Management System (CMS) Drupal dan Content Management System (CMS) WordPress, kecocokan antara konten dan Content Management System (CMS) akan membuat pekerjaan anda lebih mudah, konten dan fungsi web bisa benar-benar tersampaikan dengan baik. 

Content Management System (CMS) Drupal

Beragam, itu respons yang muncul ketika orang di tanya bagaimana rasanya menggunakan Content Management System (CMS) Drupal, beberapa orang mengatakan Content Management System (CMS) Drupal sebagai Content Management System (CMS) yang powerful dan fleksibel, namun beberapa yang lain juga mengatakan bahwa Content Management System (CMS) Drupal itu kompleks.

Anggapan yang bermacam ini memaksa Content Management System (CMS) Drupal untuk memikirkan fokus yang di tawarkan produknya, singkat cerita, Content Management System (CMS) Drupal menyebut dirinya mewujudkan pengalaman digital yang ambisius atau ambitious digital experience

Maka dari itu, Content Management System (CMS) Drupal tak membatasi dirinya hanya sebagai publisis konten, ia juga di pakai sebagai kios digital, hosting aplikasi mobile dan pendukung komunikasi berbasis chat, dengan fitur keamanan, cakupan luas dan kemudahan manajemen konten, tak heranlah Content Management System (CMS) ini di jadikan pilihan oleh website institusi kelas dunia.

Content Management System (CMS) Drupal juga percaya pada kolaborasi, ia menganggap bahwa konten hebat merupakan hasil kontribusi dari setiap anggota tim. Visi ini pula yang di wujudkan Content Management System (CMS) Drupal dalam sistem administrator dan akun, setiap akun di web Content Management System (CMS) Drupal bisa memiliki beberapa peran sekaligus, misalnya penulis sekaligus editor, hal ini pula yang membuat Content Management System (CMS) Drupal memiliki sistem kerja (workflow) yang jelas. 

Maka dari itu, Content Management System (CMS) Drupal sangat cocok di pakai untuk situs web berkapasitas konten dan user yang besar, media online, situs majalah dan jurnal akademik adalah beberapa jenis web yang baiknya menggunakan Content Management System (CMS) Drupal sebagai Content Management System (CMS) -nya.

Content Management System (CMS) WordPress

Sempat kita singgung sebelumnya, Content Management System (CMS) WordPress mengusung visi Democratize Publishing, Content Management System (CMS) WordPress memungkinkan setiap orang bisa memproduksi konten dengan cepat dan mudah. Jadi, tak heran kalau user interface dan fitur yang di tawarkan mendukung itu semua.

Menu seperti Posts, Media, Pages dan Comments mendukung publikasi konten dengan simpel, baru kemudian menu seperti Plugin dan Appearance fokus ke tampilan dan fungsi web.

Di bandingkan Content Management System (CMS) Drupal, sistem administrator di Content Management System (CMS) WordPress masih lebih sederhana, memang setiap user memiliki peran masing-masing, misalnya seperti administrator, author, editor, contributor, subscriber, customer dan sebagainya. 

Namun, workflow WordPress tidak sejelas Content Management System (CMS) Drupal, masing-masing user dengan role tertentu bisa membuka dashboard dengan fitur yang di batasi, dengan begitu, hanya administrator-lah yang menjalankan fungsi untuk mengatur workflow supaya jelas.

5. Aplikasi Tambahan atau Plugin

Content Management System (CMS) tidak di bekali fitur super lengkap, ini di lakukan bukan tanpa alasan, setiap website memang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, daripada mematok fitur lengkap tapi banyak tak di gunakan, lebih baik kalau anda bisa menambahkan fitur sesuai dengan keinginan.

Pada bagian ini, anda akan melihat perbandingan Content Management System (CMS) Drupal vs Content Management System (CMS) WordPress dari sisi fitur tambaha, seberapa banyak pilihan fitur tambahan yang di tawarkan? Seberapa mudah fitur tersebut di tambahkan? Pertanyaan tersebut akan di jawab di bawah ini.

Content Management System (CMS) Drupal

Modul Drupal
Modul Drupal

Anda bisa menambahkan fitur di web Content Management System (CMS) Drupal dengan menginstal modules, untuk beberapa modules penting sudah tersedia secara otomatis di Home > Administration > Extend.

Setidaknya ada enam kategori modules yang tersedia, yaitu core, core (experimental), field types, migration, multilingual dan web services. Anda tinggal mencentang daftar fitur yang di inginkan untuk menambahkannya ke web. 

Selain modules yang tersedia di web, anda juga bisa menambahkan modules dari direktori Content Management System (CMS) Drupal, tepatnya anda perlu mengakses website Drupal > Build > Download & Extend > Modules atau Drupal > Build > Modules dan di sana terdapat lebih dari 43.000 modules yang tersedia.

Sama halnya dengan tema Content Management System (CMS) Drupal, modules juga memiliki spesifikasi yang detail, untuk mencari modules yang sesuai, anda bisa masukkan kepingan informasi seperti maintenance status, development status, kategori modul, compatibility dan lain sebagainya. 

Untuk instalasi modules dari direktori, anda hanya perlu mengakses Home > Administration > Extend, kemudian klik tombol + Install new module. Beberapa saat kemudian, anda akan mendapati halaman instalasi dengan dua opsi.

Opsi pertama, yaitu instalasi via URL, lalu opsi kedua adalah instalasi melalui upload file, keduanya sama-sama mudah anda lakukan, baru setelah instalasi selesai, anda bisa melakukan konfigurasi lengkap pada modules.

Content Management System (CMS) WordPress

Plugin WordPress
Plugin WordPress

Plugin bisa memberikan fungsi tambahan pada website Content Management System (CMS) WordPress, apa pun itu yang anda butuhkan, coba saja sebutkan. Perlindungan keamanan website? Broken link checker? Page builder? Optimasi gambar? SEO? Semua itu bisa di tambahkan dengan menginstal plugin.

Sebagai Content Management System (CMS) berbasis open source, wajar saja kalau plugin yang di tawarkan bukan hanya satu atau dua, tapi puluh ribuan! Tepatnya, 55.214 plugin, dengan jumlah sebanyak itu, anda bisa menemukan tak hanya satu tapi banyak pilihan untuk satu jenis fitur. 

Plugin yang di pakai pun bisa di instal lewat dua cara. Pertama, melalui menu Plugins > Add New. Lalu cari plugin yang di butuhkan, klik tombol Install Now, tunggu beberapa saat dan klik kembali tombol Activate.

Kedua, yaitu lewat upload plugin secara manual, caranya sebetulnya sama saja. Tinggal kunjungi menu Plugins > Add New > Upload plugin. Kemudian pilih file dalam ekstensi .zip dan klik tombol Install Now. 

Manapun cara yang anda pilih, keduanya sama-sama mudah.

6. Keamanan

Keamanan adalah aspek yang tak boleh luput dari pertimbangan anda ketika memilih Content Management System (CMS) . Sebab, apa artinya memiliki website tapi celah keamanannya banyak lubang?

Pertama, anda bisa kehilangan kontrol atas web anda sendiri, dengan mudahnya, hacker meretas dan mengambil alih situs yang sudah anda bangun, belum lagi kalau ternyata data personal anda di ambil dan di salah gunakan.

Kedua, anda bisa kehilangan reputasi di mata Google. Google mempertimbangkan aspek keamanan web untuk menentukan ranking hasil pencarian, ketika web anda saja sudah tak aman, ya jelas saja kalau ranking web di mesin pencarian akan segitu-gitu saja.

Content Management System (CMS) Drupal

Di bandingkan Content Management System (CMS) WordPress, Content Management System (CMS) Drupal bisa di golongkan sebagai Content Management System (CMS) yang aman, dalam sebuah survei keamanan web, hanya sekitar 2 persen website berbasis Content Management System (CMS) Drupal yang di temukan bermasalah.

Content Management System (CMS) Drupal juga memiliki lapisan-lapisan keamanan yang mumpuni, untuk akses keamanan saja, ia di lengkapi dengan sistem enkripsi (pengacakan) password secara terus menerus.

Password yang di masukkan juga harus memiliki panjang tertentu, tingkat kompleksitas tertentu dan di masukkan dalam rentang waktu tertentu, tak lupa ada 2-factor authentication yang memastikan website anda takkan di jebol orang lain.

Sistem enkripsi tak hanya berlaku untuk password saja, segala informasi penting dan personal juga terenkripsi dengan baik, hal ini membuat semua data dan informasi yang tersimpan di web tak bisa di gunakan pihak yang tak bertanggung jawab.

Di samping itu semua, Content Management System (CMS) Drupal juga di lengkapi dengan brute force detection, mitigasi denial of service (DoS) attacks dan perlindungan dari entri data yang mencurigakan.

Content Management System (CMS) WordPress

Secara default, Content Management System (CMS) WordPress merupakan Content Management System (CMS) yang memiliki celah keamanan paling rentan, hal ini pun di tunjukkan dalam sebuah survei keamanan Content Management System (CMS), di mana 74-78 persen website Content Management System (CMS) WordPress di laporkan terinfeksi virus atau punya kemungkinan di retas lebih tinggi, maka website WordPress umumnya sangat bergantung dengan tambahan plugin keamanan.

Menariknya, risiko keamanan Content Management System (CMS) WordPress juga data dari sisi internal, setiap elemen seperti tema dan plugin bisa membuka celah keamanan ketika tidak di perbaharui, begitu juga dengan versi Content Management System (CMS) WordPress yang kadang tak lekas di-update.

Itulah sebabnya, mengapa sangat penting bagi anda untuk terus memastikan tema, plugin dan versi Content Management System (CMS) WordPress selalu update. Jika perlu, anda bisa uninstall plugin yang tak lagi di update oleh developer-nya. Kemudian, anda bisa beralih ke plugin lain dengan maintenance yang lebih mutakhir.

Sekarang Drupal vs WordPress, Manakah Yang Terbaik Untuk Anda?

Bisa di pasti kananda sudah menunggu jawaban pertanyaan di atas dari tadi, di antara Drupal vs WordPress, manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan anda? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita sama-sama lihat tabel perbandingan Drupal vs WordPress di bawah ini. 

Perbandingan Drupal vs WorrdPress
Perbandingan Drupal vs WordPress

Dari tabel di atas, anda tentunya bisa menebak Content Management System (CMS) mana yang paling pas untuk kebutuhan anda, namun untuk menghemat waktu, berikut jawaban kami dari pertanyaan ini yang hadir sedari awal, yaitu :

  • Content Management System (CMS) WordPress : cocok untuk blogging, pengguna Content Management System (CMS) pemula yang tak memiliki pengetahuan teknis dan user yang menginginkan segala jenis website berskala kecil hingga medium.
  • Content Management System (CMS) Drupal : cocok untuk para developer yang berpengalaman, bagus di pakai untuk membuat susunan konten yang kompleks dan halaman yang sangat banyak, lebih bagus di pakai untuk workflow yang kompleks dan tim yang besar.

Sekarang mau pilih Content Management System (CMS) Drupal atau Content Management System (CMS) WordPress, terserah anda, data perbandingan di atas sudah dapat jadi ukuran untuk anda memutuskan Content Management System (CMS) mana yang akan di pakai jika membuat website.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda dan Terima Kasih Atas Kunjungannya...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru