Mengenal Modul Drupal

oleh

Modul adalah komponen tambahan yang berguna untuk mengembangkan atau menambah fungsi-fungsi dari Drupal.

Jika kita biasa menggunakan CMS lain, modul lebih di kenal dengan istilah Extension (Joomla) atau Plugin (WordPress).

Secara default, jika kita menginstall Drupal, sebenarnya kita tidak memerlukan modul tambahan, karena Drupal sudah memiliki modul-modul standar yang baik dan cukup untuk membangun website skala kecil, kecuali untuk skala besar, maka memerlukan modul khusus sesuai dengan yang di inginkan, artinya bisa membuat modul sendiri.

Hampir sebagian besar software yang di distribusikan bebas, secara umum di paket dalam bentuk modular, sehingga pengguna bisa menggunakan perangkat lunak tersebut sesuai dengan yang di butuhkan saja, dengan penggunaan modul yang efisien akan meningkatkan performance dari website yang kita buat.

Kejelasan konsep dari website yang kita buat akan meminimalisasi penggunaan modul tambahan, sehingga website kita menjadi lebih efisien, cepat dan tangguh.

Modul inti Drupal pun masih bisa kita non aktifkan guna untuk meringankan loading atau unjuk kerja website.

Pelajarilah kegunaan modul inti dan modul tambahan atau kontribusi, sehingga modul yang kita aktifkan dan modul kontribusi yang kita tambahkan benar-benar sesuai dengan yang di butuhkan untuk penampilan website.

Secara umum modul pada Drupal di bagi menjadi 3 (tiga), yaitu antara lain :

  1. Modul inti (Core Module).
  2. Modul Tambahan (Contributed Module).
  3. Modul Buatan sendiri (Custom Module).