oleh

Apa Itu OnPage SEO?

https://www.rokanhulublogger.id

Apa itu On-Page SEO?

Pengertian On-page SEO adalah faktor-faktor yang menentukan teroptimasi atau tidaknya website anda terhadap mesin pencari yang di lihat dari dalam websitenya sendiri, artinya, anda akan melakukan optimasi di dalam website anda sendiri. Optimasi on-page bertujuan agar mesin pencari mengetahui apakah website anda memang relevan atau sesuai dengan apa yang dicari oleh user dan benar-benar yang memiliki kualitas terbaik.
Oleh karena itu, kuncinya adan 2 hal, yaitu : relevan, kualitas, tanpa memenuhi keduanya, mustahil bisa mendapatkan peringkat 1 di mesin pencari, dalam artikel ini, kita akan mempelajari di bagian-bagian mana saja dalam website anda harus menerapkan optimasi on-page serta bagaimana melakukan optimasinya.

Konsep On-Page SEO
Dalam SEO, konsep optimasi on-page adalah hal pertama yang harus anda pahami, masih ada kategori optimasi lain selain on-page (off-page, di bahas kapan-kapan saja), tapi tanpa menerapkan optimasi on-page, maka akan percuma anda melakukan strategi lainnya, inti dari on-page SEO sederhana, yaitu anda akan mengoptimasi website supaya :

  1. Bermanfaat tinggi bagi pengunjung.
  2. Memudahkan pengunjung dalam melakukan eksplorasi.
  3. Pengunjung merasa betah di dalamnya.
  4. Mesin pencari mengerti struktur website anda.

Setelah membaca 4 poin tersebut, anda mungkin saja akan bertanya, “Saya kan optimasi untuk mesin pencari, kenapa malah fokus ke pengunjung? Ok, begini, sesungguhnya dengan teknologi yang canggih, mesin pencari bisa mengetahui apakah pengunjung website anda merasa puas atau tidak dengan halaman yang mereka kunjungi, bayangkan kalau anda mencari sesuatu di Google, kemudian masuk ke salah satu website, ternyata isinya tidak memuaskan, kemungkinan besar setelah sekian detik anda akan klik tombol “back atau kabur” untuk mencari website lain lagi, ya kan? Ngaku aja…

Karena Google tentunya ingin menampilkan website-website yang memuaskan pengguna, maka website anda harus memuaskan pengunjung dan inilah tipsnya :

Komponen Halaman Website yang Optimal.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna website, kita akan bahas satu per satu dari setiap kategori berikut ini :

  1. Konten.
  2. Keyword.
  3. Judul.
  4. URL.
  5. Meta description.
  6. Media gambar.
  7. Outbound link.
  8. Internal link.
  9. Social sharing.
  10. Kecepatan website.
  11. Konten dengan kualitas terbaik.

Kalau anda perhatikan, konten adalah komponen utama dalam halaman website, ini artinya, konten memegang peranan terbesar dalam optimasi on-page, mustahil mendapatkan peringkat 1 tanpa punya konten berkualitas, tapi apa itu konten berkualitas?

Inilah ciri-cirinya:

  1. Memberikan manfaat yang maksimum bagi pengunjung website.
  2. Lebih menonjol di bandingkan dengan konten lain yang sejenis.
  3. Dapat di simak dalam waktu panjang oleh pengunjung.
  4. Membangkitkan perasaan kagum, terhibur, bahagia, puas karena konten yang sesuai dan lain-lain.
  5. Menyelesaikan permasalahan pengunjung dengan apa yang di carinya.

Itulah 5 (lima) kriteria konten yang berkualitas, kalau anda ingin mendapatkan peringkat 1 di mesin pencari dalam durasi yang lama, maka konten anda sebaiknya memenuhi kelima hal itu, tanpa terkecuali.

Perlu anda ketahui juga, bahwa Google secara terang-terangan menyatakan, bahwa mereka menentang konten yang berikut ini :

  1. Kurus kering (thin), dengan kata lain tidak berbobot.
  2. Tidak memberikan nilai tambah bagi pembaca yang mengunjungi website.
  3. Tidak original.
  4. Membuat pembaca frustrasi karena kualitasnya rendah.

Kalau konten anda termasuk ke dalam salah satu kategori di atas, maka akan sangat sulit mendapatkan peringkat yang tinggi, parahnya, konten seperti itu beresiko di penalti mereka, Google dan mesin pencari lain secara aktif memperbaharui algoritma-nya, semakin ke depan, mereka akan semakin memahami kualitas dari sebuah konten, maka, berhati-hatilah dalam menerbitkan konten bagi website anda.

Keyword yang populer dan tepat sasaran.
Coba ingat kembali terakhir kali ketika anda menggunakan Google, anda menulis beberapa kata sebagai keyword-nya, kemudian Google menampilkan hasil yang berkaitan dengan keyword tadi, semakin relevan dengan keyword, semakin tinggi peringkatnya, jadi, mengoptimasi halaman berarti mengoptimasi keyword, setiap halaman di website anda harus di optimasi paling tidak untuk 1 kata kunci, caranya bagaimana? Dengan menyertakan keyword dalam halaman website anda, tepatnya di dalam konten, di judul dan di URL, dengan demikian, mesin pencari dan pengunjung akan langsung memahami apa isi dari halaman website anda.

Anda harus memahami apa maksud di balik sebuah keyword, misalnya seseorang melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “komputer”, kira-kira ini apa sih maksudnya? Apakah dia ingin membeli komputer ataukah dia hanya ingin membaca artikel tentang cara membeli komputer? Hmm…sepertinya yang pertama lebih masuk akal, Google juga paham dengan hal ini, sehingga Google akan menampilkan halaman yang menjual komputer, maka dari itu, mustahil bisa mendapatkan peringkat tinggi apabila anda menyediakan artikel tentang cara membeli iPhone.

Judul halaman yang dapat mengundang klik pengunjung
Cara termudah untuk mengoptimasi judul yaitu dengan menyertakan keyword utama yang anda incar, misalnya keyword “apa itu SEO”, maka judulnya mengandung kata “apa itu SEO”, tapi itu saja belumlah cukup, yang terpenting dalam judul bukan optimasi keyword, tapi optimasi terhadap ketertarikan manusia, apabila judul yang anda buat mampu menarik banyak pengunjung, maka peringkatnya akan naik. Logikanya begini, misalnya ada 2 website yang bersaing, di peringkat 1 dan 2, ternyata peringkat 2 lebih banyak mendapatkan pengunjung daripada peringkat 1, ini karena judul yang dia buat lebih menarik, sehingga banyak yang klik.

Google ingin mengutamakan hasil terbaik, maka website di peringkat 2 akan di naikkan ke peringkat pertama, masuk akal? Karena judul adalah elemen halaman yang paling pertama dibaca di hasil pencarian, maka dengan mengoptimasi judul jumlah klik bisa bertambah,

URL yang singkat dan deskriptif Meskipun pengaruhnya tidak besar, tapi URL yang mengandung keyword dapat mempengaruhi peringkat website anda di hasil mesin pencarian, berikut ini contoh URL yang tidak baik, URL yang bagus harus selalu relevan dengan apa isi dari halaman tersebut, Contohnya adalah :
• Halaman tentang “resep bakso”, maka buat = domain.com/resep-bakso/
• Halaman produk “macbook pro” maka buat = domain.com/laptop/macbook-pro/
Buatlah URL yang mendeskripsikan konten, lebih baik lagi kalau mengandung keyword utama.

Baca juga...  Perbedaan WordPress vs Joomla vs Drupal

Meta description yang deskriptif dan mengundang klikMeta description adalah 1-2 kalimat yang muncul dalam hasil pencarian, yakni Meta description sebetulnya tidak mempengaruhi rangking halaman anda, selain itu, juga tidak selalu muncul di hasil pencarian, karena Google sekarang lebih sering menggunakan kalimat di dalam konten sebagai deskripsi halaman, meskipun demikian, tidak ada salahnya bagian ini di optimasi juga, lagipula tidak memakan waktu lama membuatnya.

Dengan meta description yang menarik, maka kemungkinan orang lain untuk mengunjungi website anda akan semakin tinggi, seperti logika tadi, semakin banyak klik dari manusia = semakin baik peringkatnya.

Gambar yang berkualitas tinggi dan berukuran optimal
Bayangkan sebuah halaman website yang 100% isinya teks, pasti sangat membosankan, maka dari itu, gambar dan atau video merupakan nilai tambah, anehnya, banyak yang beranggapan gambar justru merugikan, tapi itu tidak benar, tidak ada kerugian dalam menggunakan multimedia dalam konten, kecuali, apabila jumlahnya sangat banyak, sehingga membuat komputer pengunjung website anda macet atau apabila tidak ada kaitannya dengan konten, beberapa tips tentang ini, yaitu :

  1. Gunakanlah gambar yang berhubungan dan menjelaskan konten.
  2. Gunakanlah type ekstensi yang tepat agar ukuran file tidak membengkak.
  3. Pastikan bahwa resolusi gambar sesuai dengan apa yang di tampilkan.
  4. Kompreslah gambar tersebut supaya optimal dan kecil ukurannnya.
  5. Tambahkan atribut alt ketika meletakkan gambar tersebut.
  6. Buatlah referensi berupa link ke website lain.

Poin ini sangat penting terutama bagi website baru, Google, sebagai pusat informasi tentunya ingin menyediakan konten-konten yang terpercaya, agar informasinya tidak menyesatkan banyak orang, inilah mengapa website besar lebih mudah masuk halaman pertama, karena reputasinya sudah terbangun sejak lama.

Nah, karena website anda masih baru, Google menganggap isinya belum bisa di percaya, karena belum di percaya, maka akan lebih sulit mendapatkan peringkat tinggi, di sini lah link referensi bisa membantu anda, link ke website lain yang reputasinya bagus dan relevan akan membuat reputasi konten anda jadi lebih baik. Analoginya seperti ini : Coba ambil salah satu buku non-fiksi, di dalam buku tersebut pasti ada daftar pustaka atau catatan kaki, isinya informasi kutipan dari sumber lain, buku tanpa kutipan sumber lain akan di anggap tidak terpercaya.

Internal link untuk mempermudah navigasi
Ada istilah yang namanya bounce, Bounce artinya ketika seseorang masuk ke website anda, kemudian dia langsung keluar tanpa melakukan apapun, kalau bounce rate dari website anda tinggi, bisa jadi di karenakan :

  1. Kualitas kontennya mengecewakan.
  2. Navigasinya sulit di akses dan terkesann berbelit-belit.

Ingat lagi, website yang mengecewakan pengunjung tidak akan bisa mendapatkan peringkat tinggi, sehingga bounce rate bisa jadi faktor yang menunjukkan kepuasan pengunjung, salah satu upaya untuk menurunkan bounce rate adalah dengan memasang internal link, link antar halaman, supaya pengunjung dengan mudah berkunjung ke halaman lain dalam website anda.

Berikut ini cara dalam membangun struktrur website dengan internal link.
Bisa di-share pengunjung ke social media, saat ini Google tidak menganggap jumlah share sebagai faktor penentu peringkat di Google, tapi bukan berarti social sharing tidak penting, justru sebaliknya, Social share punya dampak tidak langsung terhadap peringkat website, ini manfaat dari social share :

  1. Tambahan pengunjung
  2. Branding, website anda akan dikenal
  3. Faktor kepuasan bertambah tinggi kalau website anda bisa memuaskan pengunjung yang datang, beberapa dari pengunjung tentu rela akan memberikan backlink.

Di bandingkan dengan SEO, social media akan membangun brand website anda dengan lebih cepat, inilah yang punya efek terhadap SEO, ketika website anda sudah di kenal, maka orang-orang akan mencari website anda lewat Google, karena banyak yang mencari lewat Google, artinya reputasi website anda akan di anggap bagus oleh Google, oleh karena itu, pasang tombol share di website anda, kemudian gunakan elemen pemicu popularitas untuk membuat konten yang menarik untuk di-share.

Kecepatan respon dan hambatan kecepatan
Website yang lebih cepat akan mendapatkan peringkat yang lebih baik, dalam artikel yang di tulis oleh Billy Hoffman di MOZ, terlihat bahwa website yang berada dalam peringkat atas memiliki waktu respon yang lebih singkat.

Time to First Byte (TTFB) artinya waktu yang di butuhkan server website sampai user mendapat 1 byte pertama, dengan kata lain, waktu respon server, peningkatan kecepatan bukan hanya untuk mesin pencari, pengunjung juga akan jadi lebih nyaman berada dalam website yang waktu loadingnya singkat, ada beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan website, yaitu :

  1. Kualitas hosting yang di gunakan.
  2. Jumlah file .js dan .css di <head>.
  3. Ukuran halaman yang terlalu besar sehingga mengganggu pengunjung.

Perlu juga di ingat, bahwa keberadaan gambar dan video tidak akan di anggap mengurangi kecepatan website, kecuali apabila jumlahnya berlebihan dan tidak terlalu di perlukan, anda bisa menguji kecepatan website anda melalui Google Page Speed Test, segera lakukan perbaikan kalau skornya di bawah 75.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda dan Terima Kasih Atas Kunjungannya...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru